Memaki Tuhanmu

Tuhan memberi rizki kepada siapa saja yang ia kehendaki. 
Dia berikan berlebih kepada yang kaya dan yang cukup kepada sabagian yang lain. 
Tapi kau ragu dengan janji tuhanmu yang pasti membaginya dengan adil untukmu. 
Hingga kau berebut harta dengan sesamamu karena ketakutan Dia curangi bagianmu di bilangannya.
Atau...... 
Jangan-jangan kau hanya berfikir bagaimana cara bertahan hidup saja di dunia ini dengan mencari makan dan mengumpulkan bahan makanan sembari tak sabar menunggu di antrian. 
Lalu ... 
Sebenarnya apa misimu di bumi Tuhanmu?
Apa yang kau takuti dalam hidupmu? 
Tuhan pencipta alam semesta?
Atau Tuhanmu sendiri yang bersemayam di angan kesimpulan buah fikiranmu? 
Tapi .....
Terkadang kau masih menyebut nama tuhanmu dengan mesra walau sesekali saat kau merasa tersakiti karena tak sabar menunggu ujian usai. 
Benarkah kau menghiba kepadanya?
Atau kau tengah memaki Dia karena tak memberikan kepastian di rencana pada harimu?
Benarkah kau bertuhan?
Atau sudah tak perlu lagi campur tangan tuhan dalam keseharian hidupmu?
Kini kau semakin ragu ...
Kau lupa apa misimu di bumi. 
Bacaan dan gerakan itu kini menjadi satu-satunya hiburan harapanmu.
Kau telah merasa cukup dengan ilmu seujung kuku itu. 
Kau malas mencari kejelasan tugas dari tuhan yang sebenarnya. 
Hari- harimu telah kau sibukkan dengan setumpuk jadwal sok. 
Sok lebih beriman
sok lebih bisa mengatur
sok lebih beruntung dan 
sok merendahkan makom tuhanmu ketika Dia membolak-balikkan hati orang disekeliling sebagai ujianmu. 
Atau kau merasa lebih piawai dalam mengatur sesuatu ketimbang tuhan ?
Beginilah kamu ...
Yang lambat laun mulai mampu berdiri sejajar dengan kedudukan tuhan. 
Jangan katakan syirik kepada kambing hitam andai kau sendiri pesaingnya. 
Yakinkah kamu?
Atau hatimu akan pungkiri semua itu dengan mengatakan "tapi itu kan .....""
Tanpa terasa pula kau telah mendownload software iblis yang autorun itu. 
Kini beliau telah berhasil menjadikan tipu dayanya ke lubang hatimu hingga merubah kesesatan itu menjadi petunjuk, menjadikan semuanya baik dan indah dalam pandangan mata koyormu. 
Sekarang kau telah mengidap virus kedengkian akut yang baru dapat terdeteksi kelak pada stadium ke-82 dan
itu setara dengan seribu bulan. 
Kemudian.....
Kau terus berdoa kepada Tuhanmu ?
Memaksa tuhan mengikuti aturan yang kau baca dalam guman doamu?
Maaf .....
Aku hanya sekedar menulis. 
Aku juga masih mendoakanmu. 
Meski terkadang kedengkianmu itu mencurigaiku tentang apa pentingnya menulis seperti ini. 
Sesungguhnya tulisan ini kupersembahkan untuk ...
(Aby YF ied O17)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Memaki Tuhanmu"

Posting Komentar